Pekanbaru, 06 Agustus 2026
Fakultas Kehutanan dan Sains (Fahutsains) Universitas Lancang Kuning (UNILAK) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui keterlibatan mahasiswa pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaborasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Tahun 2026. Kegiatan diawali dengan pengantaran mahasiswa pada Kamis (06/08/2026) menuju lokasi pengabdian di Bank Sampah Dalang Collection, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Dalam pelaksanaan KKN Tematik tersebut, Fahutsains UNILAK mengirimkan dua mahasiswa lintas program studi, yakni Atalla Andria Dillon dari Program Studi Kimia dan Othniel Perda Sembiring dari Program Studi Kehutanan. Selama satu bulan, mulai 6 Agustus hingga 6 September 2026, keduanya akan berkolaborasi melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pengelolaan lingkungan, pengurangan sampah, serta penguatan implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim).
Pengantaran mahasiswa dilakukan langsung oleh Ketua Program Studi Kimia, Yelmiza, S.Si., M.Si., M.Sc.Tech, bersama dosen Program Studi Kimia Yoan De Nanda Herru, S.Si., M.Si. Kehadiran dosen pendamping menjadi bentuk komitmen Fakultas Kehutanan dan Sains dalam memastikan pelaksanaan KKN berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
KKN Tematik Kolaborasi ProKlim merupakan program yang mengintegrasikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua Program Studi Kimia Fahutsains UNILAK, Yelmiza, S.Si., M.Si., M.Sc.Tech, berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai media pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Yelmiza mengatakan "KKN Tematik Kolaborasi ProKlim merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya belajar di luar ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Kami berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar."
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Kehutanan Fahutsains UNILAK, Muhammad Ikhwan, S.Hut., M.Si, menilai bahwa kolaborasi antara mahasiswa Kimia dan Kehutanan menjadi kekuatan tersendiri dalam mendukung keberhasilan program ProKlim. Ikhwan mengungkapkan "Persoalan lingkungan membutuhkan pendekatan multidisiplin. Kolaborasi mahasiswa Kehutanan dan Kimia diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek konservasi, tetapi juga pengelolaan limbah dan peningkatan kualitas lingkungan berbasis masyarakat. Kami berharap mahasiswa dapat menjadi representasi FahutSains yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata selama pelaksanaan KKN."
Sementara itu, dosen pendamping Yoan De Nanda Herru, S.Si., M.Si, menegaskan bahwa KKN menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting untuk membangun karakter mahasiswa. Yoan mengutarakan "Kami berharap mahasiswa mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta memahami bagaimana ilmu yang dipelajari di kampus dapat diterapkan secara langsung dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika mereka memasuki dunia profesional nantinya."
Kehadiran mahasiswa Fahutsains UNILAK disambut baik oleh Kepala Bank Sampah sekaligus Owner Dalang Collection, Hj. Soffia Seffen, S.H. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Sampah Dalang Collection sebagai lokasi pelaksanaan KKN Tematik Kolaborasi ProKlim. Soffia mengatakan "Kami merasa senang dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa Universitas Lancang Kuning. Semoga kehadiran mahasiswa di Bank Sampah Dalang Collection mampu memberikan ide-ide baru, memperkuat program yang telah berjalan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang."
Bagi para mahasiswa, kesempatan mengikuti KKN Tematik Kolaborasi ProKlim menjadi pengalaman yang sangat berharga karena memberikan ruang untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat secara nyata. Mahasiswa Program Studi Kimia, Atalla Andria Dillon, mengaku antusias dapat mengikuti program tersebut. Atalla menyampaikan "Saya bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti KKN Tematik Kolaborasi ProKlim. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk belajar langsung bersama masyarakat sekaligus menerapkan ilmu kimia dalam mendukung pengelolaan lingkungan. Semoga kami dapat memberikan kontribusi terbaik dan memperoleh banyak pengalaman selama satu bulan ke depan."
Hal serupa disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Kehutanan, Othniel Perda Sembiring, yang melihat KKN sebagai sarana untuk memperluas wawasan sekaligus mengasah kemampuan bekerja di lapangan. Othniel mengatakan "Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memahami secara langsung bagaimana upaya pelestarian lingkungan dilakukan bersama masyarakat. Saya berharap dapat belajar banyak, membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh pihak, serta memberikan manfaat nyata melalui program-program yang akan kami laksanakan selama KKN berlangsung."
Melalui keikutsertaan dalam KKN Tematik Kolaborasi ProKlim 2026, Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan kolaboratif, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan serta pengelolaan lingkungan yang lebih baik di Provinsi Riau.