Lewati ke konten
Berita Fahutsains

Fakultas Kehutanan dan Sains UNILAK Gelar Kuliah Umum Silvikultur dan Praktisi Mengajar Kultur Jaringan Secara Daring

Fakultas Kehutanan dan Sains UNILAK Gelar Kuliah Umum Silvikultur dan Praktisi Mengajar Kultur Jaringan Secara Daring

Pekanbaru — Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning (FahutSains Unilak) menyelenggarakan dua kegiatan akademik secara berbarengan melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 17 Januari 2026, yaitu Kuliah Umum Silvikultur dan Praktisi Mengajar Kultur Jaringan.

Kegiatan ini menghadirkan Sindi Haryanti, S.P., M.P., seorang praktisi kultur jaringan yang saat ini bekerja di Laboratorium Kultur Jaringan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), sebagai narasumber utama. Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Peran Kultur Jaringan dalam Penyediaan Bibit Unggul untuk Hutan Tanaman Industri.”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai penerapan teknologi kultur jaringan dalam mendukung penyediaan bibit unggul yang berkualitas, efisien, dan berkelanjutan bagi pengembangan hutan tanaman industri. Materi disampaikan secara aplikatif dengan mengaitkan konsep akademik dan praktik langsung di dunia industri.

Dalam pemaparannya, Sindi Haryanti, S.P., M.P. menjelaskan bahwa teknologi kultur jaringan memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan kebutuhan bibit unggul skala besar.

“Kultur jaringan menjadi solusi penting dalam penyediaan bibit unggul yang seragam, berkualitas, dan cepat dalam jumlah besar. Di industri kehutanan, teknologi ini sangat membantu dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan hutan tanaman industri,” jelas Sindi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning, Dr. Sri Rahayu P., S.Hut., M.P., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan akademik tersebut.

“Kegiatan kuliah umum dan praktisi mengajar ini menjadi sarana penting untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia industri. Kami berharap mahasiswa FahutSains tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki gambaran nyata tentang penerapan ilmu kehutanan dan kultur jaringan di lapangan,” ungkap Sri Rahayu.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa FahutSains Unilak yang mengikuti kegiatan ini. Salah satu mahasiswa peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Materi yang disampaikan sangat menarik dan membuka wawasan kami tentang bagaimana kultur jaringan diterapkan secara nyata di industri kehutanan. Ini menjadi bekal penting bagi kami sebagai mahasiswa untuk memahami peluang dan tantangan di dunia profesional,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Silvikultur dan Praktisi Mengajar Kultur Jaringan ini, Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning terus berkomitmen memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi industri guna mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sektor kehutanan modern.