Pekanbaru, 02 Juni 2026
Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Kehutanan dan Sains (Fahutsains) Universitas Lancang Kuning. 4 mahasiswa Program Studi Kehutanan berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 melalui proposal usaha bertajuk “CapCycle : Transformasi Limbah Tutup Botol Plastik Menjadi Produk Kreatif dan Berkelanjutan.”
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Fahutsains tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan inovasi yang memberikan nilai ekonomi sekaligus solusi terhadap permasalahan lingkungan. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tersebut merupakan salah satu program nasional yang bertujuan mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Tim CapCycle terdiri atas Juwita Putri Mawarni sebagai ketua kelompok, dengan anggota Neneng Susilawati, Evelyn Joice Angelica Hasibuan, dan Bunga Intan Indah P., yang seluruhnya merupakan mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning. Dalam pelaksanaannya, tim ini mendapatkan pendampingan langsung dari dosen pembimbing, Dr. Dodi Sukma R.A., S.Hut., M.Si.
Melalui CapCycle, tim mahasiswa mengusung gagasan pemanfaatan limbah tutup botol plastik yang selama ini sering dianggap tidak bernilai menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga mendukung upaya pengurangan sampah plastik serta mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Keberhasilan lolos pendanaan P2MW 2026 menjadi pencapaian yang patut diapresiasi mengingat proses seleksi dilakukan secara kompetitif dan melibatkan berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Proposal yang diajukan harus mampu menunjukkan kelayakan usaha, inovasi produk, potensi pasar, serta dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan.
Dosen Pembimbing Tim CapCycle, Dr. Dodi Sukma R.A., S.Hut., M.Si, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian yang berhasil diraih mahasiswa bimbingannya tersebut. Dodi mengatakan "Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fahutsains memiliki kreativitas dan semangat inovasi yang tinggi. CapCycle bukan hanya sebuah ide bisnis, tetapi juga solusi nyata terhadap persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian bersama. Saya berharap pendanaan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas tim, dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat." Menurutnya, pengembangan kewirausahaan mahasiswa menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan tinggi, karena mampu melatih kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, manajemen usaha, serta kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan dunia kerja dan industri.
Ketua Tim CapCycle, Juwita Putri Mawarni, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim yang telah melalui berbagai tahapan penyusunan proposal dan penyempurnaan konsep usaha. Juwita mengungkapkan "Kami sangat bersyukur dan bangga bisa lolos pendanaan P2MW 2026. Proses yang kami lalui tentu tidak mudah, mulai dari merancang ide usaha, menyusun proposal, hingga mengikuti berbagai tahapan seleksi. Melalui CapCycle, kami ingin membuktikan bahwa limbah yang sering dianggap tidak berguna sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan." Ia juga berharap program yang mereka kembangkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani menciptakan usaha berbasis solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning, Dr. Ir. Eno Suwarno, M.Si, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih oleh mahasiswa Program Studi Kehutanan tersebut. Eno menuturkan "Atas nama pimpinan fakultas, kami mengucapkan selamat kepada tim mahasiswa yang telah berhasil lolos pendanaan P2MW 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FahutSains mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi dan kreativitas yang mereka miliki. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan." Lebih lanjut, Dekan Fahutsains tersebut menegaskan bahwa fakultas akan terus mendukung berbagai program pengembangan kompetensi mahasiswa, baik di bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kewirausahaan.
Keberhasilan Tim CapCycle lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan. Selain memberikan pengalaman berwirausaha bagi mahasiswa, program ini juga diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berkontribusi terhadap pengurangan limbah plastik dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Prestasi ini sekaligus menambah daftar capaian mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning dalam berbagai program kompetitif tingkat nasional, serta memperkuat komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi bagi masyarakat dan lingkungan.