.jpg)
Pekanbaru, 08 Mei 2026
Kabar membanggakan kembali hadir dari Fakultas Kehutanan dan Sains (Fahutsains) Universitas Lancang Kuning. Salah satu dosen Program Studi Kehutanan, Enny Insusanty, S.Hut., M.Si., berhasil menyelesaikan Sidang Tertutup Doktor pada Program Studi Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Riau, yang dilaksanakan pada Rabu, 06 Mei 2026.
Pelaksanaan sidang tertutup tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Enny Insusanty sekaligus menambah deretan sumber daya manusia unggul di lingkungan Fahutsains Unilak. Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen dosen dalam meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan pengembangan keilmuan, khususnya di bidang kehutanan dan lingkungan hidup.
Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, sidang tertutup berlangsung dengan lancar bersama tim penguji dan civitas akademika Pascasarjana Universitas Riau. Momen ini turut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Fahutsains Unilak yang terus mendorong peningkatan kompetensi dosen melalui studi lanjut dan penguatan kapasitas akademik.
Enny Insusanty, S.Hut., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas selesainya tahapan penting dalam studi doktornya tersebut. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat menyelesaikan sidang tertutup doktor ini dengan baik. Perjalanan ini tentu tidak mudah dan penuh tantangan, namun dukungan keluarga, rekan sejawat, serta pimpinan fakultas menjadi energi besar bagi saya untuk terus menyelesaikan proses ini hingga tahap akhir,” ujarnya.
Ia juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktor dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi dan dunia pendidikan tinggi.“Saya berharap capaian ini tidak berhenti pada gelar akademik semata, tetapi dapat menjadi langkah untuk terus berkontribusi dalam pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas pembelajaran di Fahutsains Unilak,” tambahnya.
Dekan Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning, Dr. Ir. Eno Suwarno, M.Si., turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Enny Insusanty atas keberhasilannya menyelesaikan sidang tertutup doktor. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi pribadi beliau, tetapi juga bagi Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning,” tutur Eno.
Menurutnya, peningkatan kualifikasi akademik dosen menjadi bagian penting dalam penguatan mutu institusi pendidikan tinggi. “Dengan semakin banyak dosen yang melanjutkan studi hingga jenjang doktor, maka kualitas akademik, penelitian, dan luaran institusi juga akan semakin meningkat. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus berkembang,” lanjutnya.
Wakil Dekan I Fahutsains Unilak, Dr. Sri Rahayu P., S.Hut., M.P., juga menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan salah satu dosen Kehutanan tersebut. “Keberhasilan ini menunjukkan semangat dan dedikasi luar biasa dalam dunia akademik. Menyelesaikan studi doktor tentu membutuhkan komitmen, konsistensi, dan ketekunan yang tinggi. Kami sangat mengapresiasi perjuangan beliau hingga mampu mencapai tahap ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Kehutanan, Muhammad Ikhwan, S.Hut., M.Si., menilai capaian tersebut menjadi energi positif bagi pengembangan Program Studi Kehutanan ke depan. “Kami merasa bangga atas pencapaian Ibu Enny Insusanty. Kehadiran dosen dengan kualifikasi doktor tentu akan semakin memperkuat kualitas pembelajaran, riset, dan pengembangan keilmuan di Program Studi Kehutanan,” jelasnya. Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus meningkatkan semangat belajar dan pengembangan diri di bidang akademik.
Keberhasilan Enny Insusanty menyelesaikan sidang tertutup doktor menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal batas ruang dan waktu. Di balik toga akademik dan ruang sidang yang khidmat, ada perjalanan panjang tentang ketekunan, pengorbanan, dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan yang terus bertumbuh seperti rimba yang tak pernah berhenti hidup.